Melatih Otak Untuk Melihat Peluang Pelajaran Ke 31

“Jadi apa langkah pertama anda untuk melatih otak anda melihat peluang,
jawabannya adalah melek finansial.”(Robert T. Kiyosaki)
Keterangan :
Yang dimaksud melek finansial adalah kemampuan memahami sistem katakata
dan angka yang akan membuat anda kaya. Jika tidak mengerti kata-kata
atau angkanya anda sama saja berbicara dalam bahasa asing. Setiap kuadran
mewakili sebuah bahasa asing.
Keterangan :
Masing-masing kuadran seperti sebuah negara yang berbeda, tidak semua
menggunakan kata-kata yang sama. Kalau anda tidak mengerti kata-katanya
maka anda tidak mengerti angkanya. Sebagai contoh, jika seorang dokter biasa
mengatakan, “sistolik anda 120 dan diastolik anda 80,” apakah itu bagus atau
jelek? Apakah hanya itu yang perlu anda ketahui tentang kesehatan anda?
Jawabannya tentu saja “tidak”.
Namun itu sebuah awal. Sama saja seperti menanyakan, “P/E saya 12, dan cap
rate rumah apartemen saya 12.” Apakah hanya ini yang perlu saya ketahui
tentang kekayaan saya? Sekali lagi, jawabannya “tidak”, tapi ini sebuah awal.
Setidaknya kita mulai berbicara kata-kata yang sama dan menggunakan angka
yang sama. Dan disinilah awal “melek finansial”, yang merupakan dasar
kecerdasan finansial- dimulai dengan mengerti kata-kata dan angka
 Seperti teman saya, Richard Tan, Robert Kiyosaki Authorized Consultant untuk
asia, ketika orang tuanya pertama kali datang ke Singapura, mereka tidak bisa
bahasa mandarin, mereka tidak bisa bahasa melayu, mereka tidak bisa bahasa
inggris, mereka hanya bisa bicara bahasa “fuzhou”, atau satu bahasa dialek di
cina. Makanya ketika Richard Tan masuk SD kelas 1, ketika ditest membaca
huruf A-Z tidak bisa, dia langsung diturunkan kelasnya.
Jadi menurut Robert Kiyosaki pengertian tentang melek finansial adalah
kemampuan menghasilkan uang dengan uang dimulai dengan pengertian
dengan kata-kata.
Langkah kedua dalam melatih otak anda melihat uang adalah belajar
mengenali risiko yang sebenarnya. Kalau orang mengatakan kepada saya
bahwa berinvestasi itu berisiko, saya hanya mengatakan, ”Berinvestasi itu
tidak berisiko, yang berisiko adalah kalau anda tidak mempelajarinya
dulu.”
Berinvestasi sama seperti terbang. Jika pernah mengikuti pendidikan di
sekolah penerbangan dan menghabiskan beberapa tahun untuk memperoleh
pengalaman, maka terbang terasa menyenangkan dan menggairahkan. Tapi
kalau anda tidak pernah mengikuti pendidikan di sekolah penerbangan, saya
sarankan biarkan orang lain saja yang terbang.

  ©Abdillah Paytren WA : 081615157676 - Todos os direitos reservados.

Template Modifikasi Energi Terbarukan Plus | Topo