Mengapa Kafir Kaya dan Muslim Miskin
Keyakinan itu darimana datangnya? Bukankah itu hanya opini saja ? yang hanya sebatas katanya?
Tidak benar bahwa orang non muslim
selalu lebih kaya dari pada orang muslim. Jika kita amati dengan
sungguh-sungguh, ada banyak orang non muslim yang miskin, sebagaimana
banyak pula orang muslim yang miskin
Jika dilihat banyak muslim yang miskin,
itu karena mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam. Sama halnya
dengan di Yunani dan beberapa Eropa yang saat ini sedang bangkrut,
hampir semua orang miskin di sana adalah non muslim karena mayoritas
penduduknya memang non muslim.
Zaman dulu sampai sekarang muslim kaya sangat banyak. beberapa diantaranya muslim yang kaya saat ini adalah Ippho santosa, AA gym, ustadz arifin ilham, ustadz Yusuf manshur, dan muslim lainnya banyak yang kaya
Muslim kaya banyak, Kafir miskin pun banyak
Gelandangan di negeri orang kafirpun sangat banyak
Kafir kaya banyak muslim kaya banyak
Kaya dan miskin seseorang tidak nyambung jika dikaitkan dengan kafir atau muslim
Jadi, kaya dan miskin tidaklah selalu identik dengan agama. Sebab Allah dengan sifat Rahman-Nya memberikan rezeki kepada setiap orang, bukan hanya muslim saja. Allah juga memberlakukan sunnah kauniyah bahwa siapa yang berusaha keras, bekerja cerdas atau pandai berbisnis, mereka akan mendapatkan hasil berupa kekayaan yang setimpal.
Adapun mengenai sabda Rasulullah:
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim)
Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh
seorang yahudi. Seperti diketahui, Abdullah bin Mubarak ini adalah
ulama tabi’in yang kaya raya. Yahudi pedagang minyak eceran yang
pakaiannya kotor dan tangannya menghitam itu bertanya, “Wahai Ibnu
Mubarak, bukankah disebutkan dalam hadits bahwa dunia ini adalah penjara
bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir, tetapi mengapa engkau
yang muslim justru kaya raya dan aku yang non muslim justru miskin dan
menderita?”
Dengan wajah teduh Ibnu Mubarak
menjawab, “Kekayaan dan kebahagiaanku ini laksana penjara jika
dibandingkan dengan surga yang akan ditempati oleh orang mukmin nanti.
Sedangkan penderitaanmu di dunia ini belum ada apa-apanya dibandingkan
dengan neraka yang menantimu di akhirat nanti.”
Mendapat jawaban tersebut, penjual minyak tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia masuk Islam.
Untuk menjadi kaya kita wajib tingkatkan kemampuan kita dalam berbisnis. orang kaya memiliki ilmu dan kemampuan untuk menjadi kaya, orang miskin memiliki berbagai macam alasan untuk menjadi tetap miskin
Mari kita sama sama menjadi kaya dengan meningkatkan kemampuan, doa dan tindakan dan ilmu, agar bisa bermanfaat sesuai urutannya. terutama keluarga, sanak saudara, tetangga, masyarakat